Tampilkan postingan dengan label jakarta-purwokerto. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jakarta-purwokerto. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Juli 2016

Perencanaan mudik motor - barang baru

Okay! Setelah kemarin sempat perencanaan blueprint nya : rute dan ceklist barang-barang yang perlu dibawa, postingan kali ini sebenarnya pelengkap postingan sebelumnya. Masih ngomongin dan bahas tentang mudik motor, namun kali ini bagian eksekusi melengkapi barang-barang yang harus dibeli berkaitan dengan mudik motor. Sebenarnya kalau memang sudah punya, tidak perlu beli lagi. Tapi kalau belum ada, ataupun sudah tidak layak pakai, ada baiknya diperbaharui. Agar kenyamanan dan keselamatan selama diperjalanan lebih baik.

1. Helm
Kelengkapan satu ini sangat sangat sangat diperlukan, apalagi perjalanan jauh. Selain untuk keselamatan, helm juga bisa melindungi dari panas dan debu. Karena helm-ku sudah tak layak pakai, kacanya sudah di lepas karena sudah kendur (selalu turun), pengaman helm pun sudah tidak ada (sangkutan dagu). Maka helm adalah barang pertama yang harus dicari untuk dimiliki.
Jadi inilah helm pilihanku berdasarkan budget yang tidak membengkak, maklum yaaa, ibu-ibu, mahal sedikit malah pusing hahaha. Kenapa pilih helm ini? pertama, enggak double visor. Double visor berasa aneh dipakainya, kacanya menggantung, kadang kalau tidak pas helmnya, kacanya jadi menggantung di depan dahi, bukannya didepan mata :p dan double visor lebih mahal! hahaha. Ini harga 290k.
Alasan lain milih helm ini adalah warna nya lucuuuu, retro gitu warnanya (kata suami selera aku aneh, laahhh situ sadar, kenapa saya milih situh jadi suami?!! haha).
KYT DJ Maru Pelangi uk.M
2. Jas Hujan
Di Indonesia cuma ada 2 musim, musim kemarau dan musim hujan. Tapi banyaaaak banget (termasuk saya) orang Indonesia yang sering naik motor tapi enggak punya jas hujan -_-" Pernah beli duluuu sekali, tapi karena sudah bocor, jadi malas beli lagi. Karena sekarang pergantian musim sudah tidak bisa diprediksi seperti dulu, saatnya kemarau malah hujan ataupun sebaliknya, oleh karena itu jas hujan sangat diperlukan, apalagi perjalanan jauh. 
Jadilah pilih jas hujan AXIO rubber. Kenapa pilih Axio? karena kualitasnya sudah terjamin, dan saya sebagai orang awam yang tidak berkecimpung di dunia per-jas-hujan-an, taunya AXIO doang. hahaha. lalu kenapa pilih Rubber (karet)? kalau yang bahan kain, pengalaman dari yang sebelumnya (walau bukan axio), bagian jahitannya selalu bocor, kalau karet kan tidak dijahit. Tapi jenis rubber ini juga ada kekurangannya, kalau robek akan susah atau bahkan tidak bisa dijahit. Alasan lain, Dilipatnya bisa lebih kecil daripada yang kain. Ini harga 145k.
AXIO Rubber uk.L
3. Rain Shoe Covers 
Atau yang biasa disebut mantel sepatu. Aku beli merk Cosh S dan FunCover untuk suami. Sebenarnya, tidak terlalu paham merk-merk dari shoe covers, suami pun belum pernah punya. Jadi cari di tokopedia, dan shoe covers merk ini cukup banyak peminatnya, jadilah Cosh S pilihannya. Tapi karena ukuran suami tidak ada, maka Ia pilih yang Funcover. Kenapa kami terpikir untuk melengkapi perjalanan dengan Shoe Covers. Kami terpikir bahwa kalau perjalanan dekat saja tidak apa kaki basah-basahan. Tapi karena ini perjalanan jauh dan bisa kedinginan kalau basah terlalu lama, maka shoe covers masuk di barang must have untuk perjalanan kali ini. Untuk harga Cosh S 30k, dan Funcover 27k.
Cosh S - Uk.M
Funcover - Uk.XL
4. Side bag
Sebenarnya ini hanya tambahan, ini bukan barang yang harus dipunyai. Kalau aku mikirnya karena jenis motor yang kita punya, jenis yang tidak bisa di taruh barang-barang lagi dibagian depannya atau tidak memiliki box serbaguna seperti motor matic atau jenis bebek. Jadi terpikir untuk mencari tempat tambahan di motor VN kita. Awalnya sempat terpikir untuk menambahkan Box di bagian belakang, namun apa daya, penambahan untuk box dan bracketnya cukup mahal, jadilah terpikir untuk beli side bag saja yang lebih terjangkau. Side bag yang kita beli no merk, kualitasnya tidak bagus namun juga tidak jelek. Ukurannya cukup besar bisa disetting. Harganya 134k. Niatnya di side bag ini tempat jas hujan, shoe covers, minuman dan perintilan-perintilan yang diperlukan di jalan, sehingga tidak perlu membongkar ransel jika perlu digunakan.
Tampak samping
 5. Hp Holder
Ini termasuk bukan barang yang wajib dimiliki ketika berkendara. Karena pembonceng (orang yang dibonceng) bisa membantu untuk melihat jalan dan menunjukkan arah, tanpa driver perlu melihat hp. Tapi menurut suami agar aku tidak selalu pegang hp, maka dia memutuskan ini perlu dimiliki. Harga 18k. Lupa merknya apa, namun di Tokopedia ini yang paling laris ^^.
Sumber : Tokopedia
Banyak yang bilang mudik pakai motor lebih irit biaya. Tapi kok kalau di pikir-pikir malah justru jauh luebih banyak pengeluarannya ^^ 
Semoga semuanya berjalan dengan lancar tanpa hambatan, amin....

Minggu, 26 Juni 2016

Perencanaan Mudik Motor 2016

Ramadhan kali ini sudah Ramadhan kedua setelah menikah, dan sudah berkali-kali mudik ke kampung suami Purwokerto. Tapi, baru pertama kali ini kepikiran untuk mudik pakai motor. gila?! pakai motor?! apa gak jauh? ya jauh, tapi saya nggak gila ^^ jarak dari depok - purwokerto kurleb (kurang lebih) 390 km.
Kenapa mudik pakai motor?
1. Kehabisan tiket kereta untuk di tanggal yang di tentukan, yaitu seminggu setelah lebaran.
2. Mumpung masih muda masih kuat untuk naik motor jauh
3. Mending dikatain "gila" sekarang, daripada nanti udah tua dikatain begitu, sakiiitnya tuh disini :p
4. Bisa nambah bahan cerita hidup, bisa di ceritain juga ke anak cucu.
5. Pengen liburan yang seru!
Yaaa, alasannya kurleb itu.

Setelah mutusin untuk mudik pakai motor, mulai lah persiapan untuk semuanya. Persiapan awal adalah browsing untuk cari tahu jalannya, karena suami juga belum pernah mudik pakai motor, jadi nggak tahu secara pasti jalannya. Banyak kok yang share rute mudik dari Jakarta-Purwokerto, misal salah satunya ini

Atau ada yang share seperti ini disalah satu blognya "Rute yang kami tempuh yaitu Jakarta - Bekasi Kota - Cikarang - Karawang - Sukamandi - Pamanukan - Lohbener - Arjawinangun - Cirebon - Brebes - Tegal - Slawi - Bumiayu - Purwokerto. Kami memilih lewat Slawi karena takut kena macet di jalur Ketanggungan Brebes". 

Sebenernya bebas mau lewat mana saja, kesukaan masing-masing. Suami lebih milih pantura, karena kata dia jaraknya lebih pendek dibanding jalur selatan. Untuk estimasi waktu tempuh, masing-masing pemotor juga berbeda-beda. Ada yang bilang 9 - 15 jam, tergantung berapa lama ybs memacu kendaraannya, keadaan jalan, banyaknya istirahat, de el el faktor lainnya. Oia faktor tanggal keberangkatan atau pulang juga berpengaruh terhadap lamanya perjalanan. Banyaknya kendaraan yang mudik juga pasti akan menambah kemacetan di jalan. Aku dan suami memutuskan untuk berangkat H+9 setelah lebaran, mungkin karena terpikir bahwa tanggal segitu, orang-orang mulai pulang kembali ke Jakarta. Semoga saja perkiraan kami benar.

Ok, setelah sudah mendapatkan rute mudiknya. Sekarang membuat ceklis apa saja yang harus dipersiapkan. Karena mudiknya pakai motor, maka motornya yang harus dibuat kuat staminanya. Mulai service besar, ganti oli, ganti ampas rem, dan ganti lainnya yang perlu diganti agar motornya lebih fit untuk bepergian jarak jauh. Motor suami new vixion, masih puolos gak dimacem-macemin. Urusan permotoran adalah urusannya dia, urusan Wapres selain motor dan cari jalan sebenernya. hehehe.

Kemarin sempat membuat ceklis contohnya seperti ini ceklist untuk memudahkan pemula mudik motor agar tidak ada keperluan yang tertinggal. Tapi jangan sampai juga kebanyakan bawa barang, agar tidak repot dijalan. Kalau mau bawa makanan berat pun bisa, dibungkus pakai kertas nasi agar bisa dibuang jika sudah habis sehingga tidak memberatkan bawaan. Kalau mau bawa makanan ringan, cari cemilan yang manis, untuk menambah kekuatan di perjalanan. Karena dengan membawa makanan bisa lebih menghemat pengeluaran, dibanding jajan di sepanjang perjalanan. Tapi kalau mau jajan sembari istirahat ya monggo ^^.

Sepertinya cukup itu saja dulu yang harus dipersiapkan, nanti di update lagi apa saja yang perlu ditambahkan atau dilakukan.

Ciao.!

Sumber : 
http://www.riskiringan.com/2013/08/mudik-motor-1434-h-jakarta-bumiayu-part.html
http://www.everytrail.com/view_trip.php?trip_id=1113646