Kamis, 19 Oktober 2017

Kita yang melakukan, orang lain yang mengomentari

Mungkin sudah kodratnya manusia dengan mudahnya mengomentari urusan orang lain yang bukan urusannya. Kita yang melakukan, Allah yang menentukan, orang lain yang mengomentari ^^.

Belum lulus ditanya "kapan lulus?"
Belum nikah ditanya "kapan nikah?"


Baruuu juga nikah, tapi..
Belum punya anak, ditanya "kapan punya anak?" plus terkadang ditambahi bumbu "jangan ditunda lho, nanti susah"

Baru punya anak satu, ditanya lagi "kapan nambah momongan?"
Baru punya anak dua, ditanya lagi "kapan nambah adek lagi nih?"


Akhirnya hamil anak keempat, dikomentarin "banyak banget anaknya, Gak kb ya?"
Kalau sudah nafas sebentar, lagi asik asiknya ngeliat pertumbuhan anak,
udah dikomentarin "kok anaknya kurus sih, gak doyan makan ya?"


Belum masalah melahirkan, "kenapa mesti ngelahirin secara sc?"
beda lagi komennya kalau pro sc "kok ngelahirinnya normal sih, normal sakit tahu nanti gak rapet lagi lho!" (lhaaaa... Sotoy!)


Belum lagi masalah ibu "bekerja" dan ibu "rumah tangga" hedeeeuhhh...

Kalau pulang kerja sampai malam sudah ada yang komentar "kerjanya lembur terus ya mba?"
Kalau kerja sampai sabtu sehingga hari minggu pun dijadikan hari tidur nasional, ada lagi yang komen "sibuk banget sih, gak pernah kelihatan"

Pusiang pusiang pusiang.... Etss.... Stop!

Ngapain juga pusing mikirin hal seperti itu. Kalau mau dilihat dari sisi positifnya, manusia macam itu tandanya sangat perhatian sama kita. Mereka mengikuti alur perkembangan kita hingga bisa berkomentar seperti itu.

Cukup jawab secukupnya, jangan terpancing emosi. Jika dia bertanya makan jawab pertanyaannya. Jika dia berkomentar, maka senyum dan jawab iya jika memang iya. Senyum dan jawab tidak jika memang tidak.

Tapi jika dia bertanya hal hal yang bahkan kita sendiri pun tidak tahu jawabannya, maka persilahkan dia untuk bertanya langsung kepada Allah SWT. ^^

Namun jangan lupa untuk berkaca diri, jaga lisan, jangan sampai kita berkata-kata kepada orang lain yang bahkan kita sendiri pun akan terluka jika mendengarnya. ^^

Wassalam...

Selasa, 10 Oktober 2017

Kolam Renang Ceria, Kukusan, Depok

Nyut nyut di pinggang masih terasa, ada teman yang menyarankan untuk berenang agar rasa sakitnya berkurang. Akhirnya aku memaksakan diri untuk menghampiri kolam renang yang letaknya tidak jauh dari rumah (walaupun, harus naik gojek hehe..). Namanya kolam renang CERIA. Letaknya sendiri ada di dalam perumahan Pondok Kukusan Permai dan sebelahan dengan Waterpark ceria. Mungkin karena letaknya ada di dalam komplek perumahan dan disekitarnya banyak di tanami oleh pohon-pohon dan tumbuhan, sehingga terasa asri dan jauh dari polusi.

Kolam renang ini buka sekitar pukul 6.30 pagi. Harga tiket masuknya sendiri, Rp.20.000,- (weekday), dan mungkin Rp.25.000,- (Weekend), karena aku kesana pas hari biasa. Kalau pas weekend, duhh seperti cendol manusia. Kolamnya sendiri terbagi 3 dan ukurannya pun tidak terlalu besar. Kolam dewasanya pun tidak terlalu dalam, sekitar 2m saja. Dan ditemani oleh 2 kolam untuk anak-anak yang pastinya banyak permainan perosotannya. Cekidot penampakannya!

Kolam utama

Kolam anak


Kolam anak
Fasilitas yang ditawarkan di kolam renang CERIA ini sendiri selain tempat bilas yang cukup banyak, adalah adanya tempat-tempat lesehan ataupun bangku-bangku yang bisa digunakan untuk makan-makan, dan gedung serbaguna yang berada persis di depan kolam renang. Bukan itu saja, setelah melewati kolam dan tempat membilas, ternyata di dalam kawasan kolam pun ada villa yang dapat disewakan.
Berikut beberapa penampakannya.

Gedung pertemuan









Ini untuk villa-villa yang berada di dalam kawasan kolam renang.




Paling enak memang datang di hari biasa lumayan sepi, saat berenang tidak kesenggol sana kesenggol sini. Tapi tempat penjual makanan pun otomatis banyak yang tutup. Namun jika ingin datang di hari libur, sabtu atau minggu. Lebih baik datang di awal waktu karena lebih segar dan masih sepi. Dan jika ingin naik angkutan bisa naik angkot no. 04 dari terminal depok.

Selamat berenang ria!