Celotehan tentang apapun yang terlintas di pikiran dan masih pantas untuk di bagikan ^.^
Selasa, 16 Agustus 2022
Sekolah pertama Elana
Kamis, 16 Desember 2021
Ibu anak dua
Haloo...
long time no see duhai halaman blogku. saat ini sudah desember 2021, dimana sudah akhir tahun. Satu tahun lebih sudah rehat sejenak nulis blog, bukan diniatkan untuk rehat, namun memang waktunya selalu tidak tepat untuk menulis. Saat mood menulisnya baik, device nya tidak memungkinkan. Atau misal device nya available, moodnya baik untuk menulis, eh waktu untuk nulisnya tidak ada. Seperti tulisan kali ini, harus terhenti 1 hari untuk melanjutkan kembali karena tetiba waktunya tidak memungkinkan untuk menulis.
Eniwei, saat ini bocahku sudah bertambah satu. tanggal 19 Oktober 2021, MasyaAllah Alhamdulillah resmi jadi ibu dua anak, apa anak tiga? hhee... Elana sudah punya adik. Laki-laki dengan berat 3,3kg dan panjang 51cm yang kuberi nama Eiji Maulidil Muaffa. EMM. :D apa arti namanya?
- Eiji artinya anak kedua laki-laki, makmur, mulia.
- Maulidil artinya lahir bertepatan dengan maulid nabi, tanggal lahir Nabi Muhammad SAW (masyaAllah). didoakan semoga dapat meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW
- Muaffa artinya sehat dan selamat.
Selasa, 01 Juni 2021
Ketika 2020 tidak ada dalam catatan
Awal tahun 2020 sekitar Februari mulai ada virus yang akhirnya diberi nama covid-19 dari kota Wuhan, China. Kemudian virus menyebar ke berbagai belahan dunia hingga ke Indonesia di bulan Maret 2020 ditemukannya kasus covid pertama di Indonesia. Hingga saat ini tahun 2021, sudah 1 tahun lebih, covid masih menjadi bagian dari hidup manusia. Virus ini menular melalui udara saat berbicara bersin dll. Jadi dengan mudah menular dari 1 orang ke orang yang lain. Oleh karena itu ada sebutan New Normal saat ini. Dimana satu dan yang lain harus menjaga jarak, memakai masker, menghindari keramaian atau dilarang untuk berkumpul, sering mencuci tangan/memakai hand sanitizer/menjaga kebersihan, dll.
Banyak perusahaan yang membuat pekerjanya bekerja dari rumah atau sebutannya Working From Home (WFH), semua komunikasi via video call, baik pribadi maupun meeting. Bahkan banyak usaha yang akhirnya gulung tikar dan benar-benar "merumahkan" pekerjanya tanpa batasan waktu yang pasti, dikarenakan usaha mereka mengalami penurunan omset bahkan merugi.
Ya, Covid -19 Sudah menjadi pandemi bagi dunia, telah menelan banyak korban dari seluruh dunia. Covid-19 banyak merubah dunia dan isinya. Jalan-jalan terlihat lenggang, bahkan sepi. Tempat rekreasi sampai tempat ibadah tutup. Keluarga yang jarang bertemu dirumah, mulai dipertemukan lebih sering di rumah, karena orangtua pekerja, banyak yang bekerja dari rumah. Anak-anak yang bersekolah pun diminta untuk bersekolah dari rumah dengan pengajaran via online.
Namun bukan manusia namanya jika tidak berkembang. Vaksin covid-19 mulai diteliti dan dibuat, secepat mungkin harus bisa digunakan, tentunya dengan perhitungan yang sebaik-baiknya. Tahun 2021 sudah mulai banyak yang divaksin, memang yang diprioritaskan yang berada di garda depan, tenaga kesehatan yang sudah sangat berkorban banyak. kemudian para pengajar, asn, lansia, ya dan nantinya akan ke semua aspek masyarakat. Bahkan busui pun sudah bisa divaksin saat ini. Namun protokol kesehatan masih tetap harus dijalankan, karena yang telah di vaksin pun masih bisa terjangkit, namun tidak separah jika tidak divaksin sama sekali.
Semoga kedepannya lekas hilang covid-19 dari muka bumi, dan dunia kembali sehat.
Kamis, 06 Mei 2021
Ketika Elana 8 bulan
Seiring bertambahnya usia Elana (sekarang 8bulan) bertambah juga pengalaman baru ku sebagai seorang ibu. Aku percaya selama kita tetap belajar dan memperbaiki kualitas diri, semakin baik kedepannya. Belajar dari setiap kesalahan yang pernah di perbuat, berguru dan bertanya kepada yang sudah melewati dan tetap percaya kepada insting yang dimiliki.
Elana sudah mulai makan sejak usia 6bulan. Alhamdulillah asi eksklusif terpenuhi, tanpa campuran apapun selama 6bulan. Salah satu hak wajibnya telah kuberikan pada elana. Tinggal sisa 1.5tahun lagi. Alhamdulillah sampai dia mpasi saat ini belum ada tambahan susu formula yang masuk ke badannya(lumayan lebih irit😂) . Mpasi instan yang pernah bertamu pada awal-awal mpasi, karena waktu elana mulai mpasi, kami sekeluarga sedang mudik. Begitupun jika kami mesti pergi keluar rumah bertepatan dengan jadwal makannya, maka aku akan memberikannya mpasi instan.
Banyak yang kontra tentang mpasi instan. Tidak apa-apa. Masing-masing punya pilihan untuk anaknya (tidak perlu saling menghakimi). Aku memberikan mpasi instan agar lebih memudahkan saat bepergian. toh sudah melewati proses pembuatan yang membuatnya bisa dimakan untuk bayi. Mpasi terfortifikasi. Kalau dirumah ya tetap masak. Alhamdulillah walau terkadang makan yang instan, Elana tetap mau makan yang dimasakkan untuknya.
Kegiatan makan pun memang tidak semulus omongan orang-orang yang anaknya mudah sekali makan. Sampai saat ini yang aku tahu Elana dan aku masih sama-sama belajar dalam tahap pemberian makan. Sampai saat ini yang aku lihat (dan aku catat) tidak ada satupun makanan yang dia tidak suka (semoga selalu begitu sampai kedepannya) hanya saja pemberian makannya memang ada disaat-saat tertentu yang dia lebih lahap. Misal saat sarapan, sampai saat ini aku belum menemukan waktu yang pas agar dia lahap saat sarapan. Masih perlu bujukan agar menghabiskan makanan di waktu yang telah ditentukan (30 menit). Untuk makan siang dia lebih minat, walau terkadang saat belum semuanya habis dia sudah merasa kenyang dan tidak mau membuka mulut lagi(padahal porsi selalu sama). Sedangkan untuk makan malam Elana lebih bersemangat dan lahap saat makan.
Observasi seperti ini butuh waktu, belum lagi bahan makanan yang begitu banyaknya untuk dicobakan kepada Elana. Agar Ia merasakan banyak rasa.
Senin, 08 April 2019
I love you
Assalamu'alaikum...
Selesai baca blog saudara yang bahas tentang kehidupan percintaannya sama pacarnya. Lah kok jadi kebawa suasana romantisnya. Jadi pengen nulis tentang mantan pacar hehehe...
Dialah si Ayah, yang dulunya dipanggil si aiank. Kenal sudah dari jaman muka masih imut-imut, tepat 10 tahun lalu, tahun 2009. Awal tahun di kenalin sama teman lewat media sosial kemudian dimediasi secara langsung. Tidak lama berselang, karena merasa klop akhirnya jadian.. Uhuy. Jadian kurleb setelah 6 tahun dan nikah di awal tahun 2015. Secara singkat seperti itu perjalanannya.
Selama 10 tahun kenal, jaman pacaran dan setelah menikah, sifatnya tidak ada yang berubah. Karena suka dengar cerita orang tentang berubahnya pasangan sebelum dan setelah menikah, sempat parno, apakah apakah... Tapi alhamdulillah sifat ayah tidak berbeda dari ayah sebelum menikah. Mungkin sedikit banyak hanya kebiasaan yang sebelumnya tidak aku tahu (misal saat tidur bla bla bla, saat mandi bla bla bla - pas pacaran kan gak tau 🤣).
Saat 6 tahun bersama sebagai pasangan sejoli, ayah sama sekali tidak romantis. Tidak punya sense of surprise! Hah! Nggak pernah berhasil kalau kasih surprise. Kalau engga ketahuan ya nggak kepikiran apa surprise-nya. Pernah merasa iri kalau ngeliat temen yang dikasih hadiah romantis banget sama pacarnya. Lah ini, pacar sendiri kalau di kodein sampai pucet nggak ngerti-ngerti. Kalau sama ayah mending to the point deh, mau ini mau itu, mesti kesini kesitu, mesti gini gitu. Kalau di kode-kode keburu berlumut ini hati nungguinnya.
Sampai sekarang pun begitu, tidak perlu ada kode-kode biar damai sejahtera makmur jaya kehidupan pernikahan 😂. Kalau nggak suka ya bilang nggak suka, kalau suka ya bilang suka. pengen disayang-sayang ya langsung aja nggak usah kode (ini pas udah nikah lho yaa), dan yang lainnya tidak perlu disembunyikan lalu dijadikan kode. Karena kode kita dan pria berbeda. Susah sampainya. Cuma akan menimbulkan kesalahpahaman.
Jaman pacaran sama ayah karena memang tipenya nggak neko-neko, ya sudah lempeng saja pacarannya, terkesan nggak seru! Maaf yah! Hahaha. Tapi justru pria seperti itu yang ternyata aku cari untuk pendamping ku. Husband materials! Yang terlalu begajulan cuma seru untuk dijadikan pacar, terlalu riskan untuk dijadikan suami (masing-masing orang memiliki kriteria yang berbeda ya. Ini pendapatku ya. Tipeku. Kalau bukan tipe mu, nggak perlu saling senggol😀)
Walau terkesan lempeng saja dan nggak seru, bukan berarti ayah membosankan loh ya. Ayah masih bisa kok ngasih joke, walaupun tidak sepandai para komika ataupun pelawak. Memang bukan tipe yang banyak bicara, namun terkadang tetap ada joke ringan yang dilemparnya.
Kayaknya cukup sekian cerita tentang si mantan aiank yang berubah menjadi si ayah. Jangan terlalu banyak diumbarnya, kasihan yang jomblo 😂...(semoga yang jomblo sedang mencari jodoh cepat dipertemukan dengan jodohnya yang single juga)
Semoga ayah dapat menjadi kepala keluarga dan ayah yang baik untuk Ibun dan baby El.
Semoga ayah selalu diberikan sehat selamat dan kelancaran dalam setiap kegiatannya mencari yang halal.
Semoga ayah memiliki iman islam yang lebih baik lagi, selalu istiqomah dalam beribadah kepada Allah Al Wahhab, yang Maha Pemberi Karunia.
Aamiin Allahuma Aamiin.
I love you Ayah.
Terima kasih atas segalanya.
Selasa, 02 April 2019
Helo, Ibun!
Rabu, 20 Februari 2019
Baby El Launching
Assalamu'alaikum...
Alhamdulillah, Baby El sudah Launching!
Sekarang sudah jadi Ibu, makin mesti pintar-pintar cari waktu untuk sekedar ngeblog. Nanti aku share bagaimana rasanya berubah title jadi Ibu. Saat ini mau sedikit share tentang waktu launching nya Baby El.
Setelah beberapa kali pertemuan ditiap bulan kemudian berubah menjadi tiap minggu oleh dokter, sudah saatnya tanggal 30 tiba. Letak RS Islam Pondok Kopi yang cukup dekat dari rumah membuat suami berpikiran untuk mendatangi saja langsung untuk menanyakan ketersediaan kamar yang mau dibooking. Alhamdulillah, ternyata ada kamarnya. Petugas RS yang melayani memberitahu agar sebaiknya langsung masuk nanti malam saja jam 9an, agar sekalian bisa di pantau karena operasinya dijadwalkan pagi hari. Setelah mendapat kabar seperti itu, aku otomatis langsung mengabari orangtua, mertua dan saudara lainnya.
Orangtua ku datang sore harinya, dan bersama mereka aku dan suami menuju rumah sakit sekitar jam9an. Setelah menunggu dan mengurus administrasinya di loket rawat inap, aku pun ditempatkan di ruang Annisa 1 Ruang 6-- bed 2. Di ruangan itu ada 5 bed dan 1 kamar mandi, karena kelas 2. Malam itu aku ditemani Ibuku. Karena di RSI PK tidak boleh ditemani menginap oleh laki-laki, kecuali kelas VIP. Suster memberitahu bahwa aku harus puasa malam itu.
Malam itu jelas aku tidak bisa tidur, disamping perasaan deg2an, suasana ruangan yang ramai dengan tangisan bayi pun membuatku terjaga cukup lama. Sekitar jam 2 baru aku bisa tidur hingga subuh. Hari yang ditentukan telah tiba, saat suster datang untuk mengecek tensi Ia menginfokan bahwa sc akan dilakukan jam 10 pagi. Aku langsung mengabari suami dan bapak yang sedang menginap di kontrakan.
Selang beberapa waktu, suster menginfokan kembali bahwa tindakan sc ku dimajukan lebih pagi (mungkin karena dokter Natsir belum ada pasien). .................. Setelah berganti baju operasi dan dibawa menuju ruang operasi, aku sempat menunggu beberapa saat di ruang observasi, mendengarkan obrolan dokter, suster, dan tenaga medis lainnya yang akan mengoperasiku nantinya, ternyata dr.Natsir sedang menangani pasien yang dadakan harus ada tindakan.
Masuk ruang operasi. ok, here we go. Pertama-tama pasti di suntikan bius di punggung (mungkin tulang belakang?? idk) rasanya lebih "berasa" dibanding dulu saat Banu, tapi tidak sakit. Kemudian diberi penutup di bagian leher, agar tidak melihat bagian perut. Dan, tindakan pun dimulai. Untuk yang kali ini, terasa perutku seperti di goyang-goyang, diubek-ubek, sama sekali tidak sakit sih, hanya terasa seperti itu saja. Doaku tak pernah putus, aku berusaha untuk menguatkan diri berpikiran positif akan semuanya, insyaAllah baik-baik saja. Dan Alhamdulillah akhirnya yang ditunggu, Allah SWT takdirkan lahir juga.
Elana Safiyazulma melihat dunia di tanggal 31 Desember 2018 jam 10.38WIB dengan berat 3.1kg dan panjang 48cm.
Arti nama Elana Safiyazulma adalah cahaya suci bersih, sehat dan bersemangat.
Tidak seperti saat melahirkan Banu, saat melahirkan Elana, aku sudah cukup kuat melakukan hal-hal baru.alhamdulillah. Mungkin karena keadaan psikis aku yang juga terpengaruhi oleh rasa senang.
Saat ini Elana sudah berusia 2bulan 12hari.
Semoga selalu menjadi cahaya didalam keluarga, menjadi anak yang selalu sehat dan bersemangat. Aamiin
Kamis, 27 Desember 2018
Periksa Kandungan lagi (2)
Assalamu'alaikum...
Setelah sekian bulan dari postingan terakhir. Akhirnya kepikiran posting lagi tulisan tentang perkembangan kehamilan yang kedua ini. Agak kurang bebas sebenernya mau posting lewat hp. Tapi karena laptop sudah melanglang entah kemana dan belum ada penggantinya, dinikmati sajalah utak atik lewat hp.
Oia back to the topic. Setelah 3x periksa kandungan di RS Mitra Keluarga Depok, akhirnya memutuskan untuk melanjutkan cek kandungan di RS Islam Jakarta Pondok Kopi. Kenapa pilih disana? Karena deket banget dari rumah kontrakan. Ada sih RS yang deket juga, tapi lihat beberapa ulasan dan rekomen lebih bagus RSIJ Pondok Kopi.
Di RS ini aku periksa kandungan dengan dokter Natsir. Sempat dapat beberapa nama Spog rekomen kenalan. Tapi akhirnya memutuskan ke dr. Natsir karena rekomen juga sih. Dari saudara, yang melahirkan selalu dengan beliau😄. Dokternya sudah cukup sepuh, jadi kupikir sudah lebih berpengalaman. Pengalaman periksa kandungan dengan beliau : tidak banyak pantangan. Suka nakut-nakutin (awal-awal sempat bingung mana yang bercanda mana yang serius - _-") tapi hal itu membuatku tidak gugup. Beliau memang tidak terlalu banyak menjelaskan, tapi jika ditanya pasti dijawab. Dan kalau memeriksa tidak terburu-buru. Entah kenapa, merasa lebih tenang. Saat awal periksa sempat tidak mau ke beliau lagi, kesannya terburu-buru. Ternyata dikarenakan no antrian ku terakhir, mungkin beliau sudah lelah. Karena itu aku selalu periksa di waktu-waktu awal atau pertengahan, menjauhi no antrian akhir, daripada bumil jadi baper ya kaaan 😁.
Itu sih pendapat pribadi ku tentang beliau. Dokter juga manusia, berbeda orangnya, beda juga wataknya. Selama dokternya bisa membuatmu nyaman, bisa memberi informasi dan masukan yang positif, insyaAllah baik.
Dan untuk kehamilan kedua ini, InsyaAllah melahirkan secara secar juga. Sempat melintang posisinya, alhamdulillah sudah kebawah lagi kepalanya, tapi kata si dokter "dedeknya nancep" aneh ya bahasanya, beliau bilang gak lurus posisinya dan belum juga turun panggul. Sudah sempat cek panggul, hasilnya sih sedang, jadi tidak sempit. Karena dia sudah tahu history melahirkan ku sebelumnya, dia khawatir akan berbahaya jika dilahirkan normal (takut kejadian seperti sebelumnya, yang lewat bulannya).
Maka, tanggal 31 desember ditentukan sebagai rencana tindakannya, dengan terlebih dahulu menanyakan apakah kamar yang diinginkan available untuk tanggal itu di malam sebelumnya tanggal 30. Bismillah, semoga ada kamarnya, dimudahkan dan dilancarkan tindakannya dan selamat serta sehat aku dan bayiku. Aamiin.
Okey. Aku setuju saja jika memang di rekomendasikan untuk secar lagi. Apapun yang terbaik bagiku dan bayiku, tidak masalah. Sudah banyak suara sumbang tentang secarku lagi. Peduli amat, bukan mereka yang pernah kehilangan bayinya, bukan mereka yang pernah merasakan sedih tidak berkesudahan itu, bukan mereka yang menjadi was-was bahkan setelah mendapatkan amanah untuk hamil yang kedua ini, dan bukan mereka yang berada di posisiku. Tapi aku yang ada di posisiku.
Memang dalam hidup ini, kita yang menjalani, orang lain yang mengomentari. Tapi jangan lupa, ada Allah SWT yang menentukan. Jadi jangan peduli tentang cuitan orang lain. Cukup berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kemudahan dan keselamatan.
Senin, 20 Agustus 2018
Periksa kandungan lagi
Oia, untuk biaya periksa kehamilan di RS Mitra Keluarga Depok dengan dr Yola sekitar segini:
- administrasi = 30k
- buku catatan kehamilan = 15k
(untuk pertama saja jika belum pernah periksa dimana2)
- Jasa Dokter = 180k
- USG = 210k
- Print = 40k
Biaya ini belum termasuk vitamin-vitaminnya. Yang bikin berasa di dompet sih memang vitaminnya ^^
Minggu, 05 Agustus 2018
Perjalanan Promil - Program Hamil
Selasa, 02 Januari 2018
Resolusi?
Wacana cuma akan jadi wacana jika tidak di realisasikan oleh suatu tindakan. Seperti yang ku alami kemarin saat melihat hal yang ingin aku lakukan tapi hanya diucapkan baik dalam pikiran atau keluar dari mulut, namun tidak juga dilakukan.
Keinginan yang hanya akan jadi wacana jangan sampai terjadi lagi di tahun 2018 ini. Mungkin itu resolusi ku. Realisasikan wacana yang sempat tertunda. Jadikan itu sebuah rencana. Yang otomatis akan dilakukan jika sudah menjadi rencana. Sudah ada alur dan langkah yang jelas untuk merealisasikannya.
1day1post itu yang ingin ku lakukan. Terinspirasi dari saudara yang kemarin melakukannya di instagram. Aku lebih memilih media blog ini agar tidak perlu ada batasan kata. Kemarin sudah terpikirkan akan menulis apa. Karena terhenti oleh serunya cerita dalam drama korea yang ku tonton, itu semua sirna. Hanya sempat tertuang dalam pikiran dan menggema tanpa bekas entah kemana.
Hari ini adalah hari kedua dalam tahun 2018. Sebenernya tidak ada perbedaan antara hari ini maupun seminggu yang lalu. Hanya angka di tanggalan yang berubah. Jika itu yang kamu pikirkan, maka tidak ada tolak ukur dirimu antara sebelumnya dan saat ini. Namun sebenernya tolak ukur pun tidak perlu berpatokan pada tahun. Jadikan waktumu yang sebelumnya dan saat ini pun berbeda. Bahkan detikmu. Tidak perlu sebesar dunia kamu terlihat berubah. Namun jadikan diri ini lebih baik dari dirimu sedetik yang lalu. Misal mulailah berzikir saat ini juga, jika sedetik yang lalu kamu belum melakukannya.
Hal hal sederhana tapi membawa manfaat besar untuk diri ini yang perlu dilakukan. Lebih bagus memang jika bisa melakukan kebaikan besar yang hebat. Namun kebaikan kecil yang bertahap dan konsisten pun jauh lebih baik.
Bukan maksud diri ini untuk berpandangan egois hanya memikirkan diri sendiri. Jika diri ini bertambah solehah, maka hati dan perilaku menjadi lebih baik lagi kepada orang lain. Bukankah sering terlihat, jika orang yang kurang soleh hatinya keras tidak ramah terhadap orang lain.
Have a nice day...
Wassalam.
Senin, 18 Desember 2017
Sabarku.
"Ketika semua yang diinginkan belum juga di dapatkan. Maka syukurilah apa yang kamu punya"
Kata kata itu entah darimana asalnya. Berhenti di salah satu share an teman di medsos.
2 bulan lagi sudah masuk tahun ketiga pernikahan. Namun saat ini aku dan suami belum juga di karuniai oleh Allah SWT buah hati lagi. Sudah seliwar seliwer kabar berita teman teman yang hamil, hamil lagi, melahirkan, melahirkan lagi, dan lagi, dan lagi. Itu semua cobaan yang harus aku lewati. Ikhlas menerima yang ada saat ini.
Dulu mungkin aku akan bilang "Allah SWT masih belum percaya, sehingga belum diberikan momongan"... Atau "ilmu orang pasangan itu masih kurang dalam membesarkan anak"... Atau "Orang itu belum mampu jika dikaruniai anak dulu karena materi... Atau karna satu dan lain hal"... atau alasan alasan lainnya yang dengan sok taunya ku simpulkan.
Tapi sekarang aku tidak mau sok tau tentang alasan Allah SWT belum juga mengaruniai sepasang suami istri buah hati. Aku juga tidak mau sok tau tentang alasan Allah SWT belum juga mengaruniai aku dan suami buah hati lagi. Sudah tidak ingin lagi mengambil kesimpulan yang bahkan aku sendiri tidak tahu apa yang aku simpulkan. Karena hanya Allah SWT yang tahu. Allah SWT yang Maha Mengetahui. Tidak denganku.
Yang ku tahu saat ini aku dan suami hanya perlu bersabar, tetap berusaha, tetap mendekatkan diri kepada Allah SWT, membuat diri ini lebih mencintai-Nya lagi. Aku dan suami hanya perlu taat. Biarkan Allah SWT yang menentukan semuanya. Ia akan memunculkan jika sudah saatnya muncul, Ia akan memberi kebahagiaan jika sudah saatnya kebahagiaan itu datang. Pun Ia akan mengambil kembali jika memang sudah waktunya untuk kembali.
Yang ku tahu saat ini aku hanya perlu bersyukur dan bersabar.
Alhamdulillah.
Selasa, 12 Desember 2017
Renungan malam.
Janganlah menyalahkan orang lain karena kelelahan mu. Kelelahan yang dirimu sendiri sudah menyadarinya. Kelelahan yang memang kamu tahu akan kamu rasakan saat ia datang. Sadarkan dirimu. Bahwa orang lain bukan dirimu. Bahwa orang lain tidak selalu bisa berkompromi dengan mu. Bahwa orang lain memiliki kehidupannya sendiri. Bahwa orang lain memiliki kebutuhan serta keinginannya sendiri.
Jangan kau sakiti mereka yang menerimamu dengan hati ikhlas dan tangan terbuka. Menerima mu dengan apa adanya dirimu. Menerima mu walau mereka tidak tahu apa yang ada dalam benakmu. Sadarkan dirimu. Sadarkan dirimu bahwa mereka sudah ada sebelum dirimu hadir. Terikat satu sama lain dalam ikatan yang tak terlihat. Ikatan yang lebih kuat karena Allah yang menentukan.
Tenangkanlah dirimu. Berkacalah yang benar. Buka kuping dan hatimu untuk mendengarkan. Jangan hanya melihat dan merasa tersakiti.
Janganlah berkata yang tidak baik hanya karena kau ingin melegakan perasaanmu. Memerintah dan memaksakan kehendakmu. Tanpa melihat hati dan perasaan mereka yang ada bersamamu. Sadarkan hatimu. Bahwa kau memiliki kedudukan yang sama di dunia. Kau tidak lebih unggul dibanding mereka. Kau hanya manusia biasa. Bukan Allah yang menentukan segalanya.
Maafkan orang yang pernah bersalah kepadamu. Pencipta mu saja mengajarkan untuk saling memaafkan. Tapi kenapa kau tak bisa?. Tidak perlu membuka luka yang sudah tertutup. Apalagi mencari cari luka baru yang membuatmu nyaman.
Senin, 13 November 2017
Depok - Cikarang
Kamis, 26 Oktober 2017
Budae Jjigae ala lidah orang Indonesia
Kemarin sempat nonton running man eps lomba memasak tahun 2014. Jadi terinspirasi bikin budae jjigae 😄. Budae jjigae itu semacam sup rebusan sosis, daging, sayur, mie, jamur, dll yang berasal dari korea selatan. Dan kuah dari Budae jjigae biasanya spicy.
Terinspirasi maksudnya bukan mengikuti resep mereka ya, karena mereka sama sekali tidak membagikan resep spesifik. Pun aku yakin ada bahan yang tidak mudah untuk didapatkan. Akhirnya menggunakan kemampuan observasi seadanya ditambah dengan hasil browsing dan pengalaman sebelumnya, jadilah resep yang aku masak.
Bahan yang dibutuhkan :
- mie
- jamur
- bakso
- tahu putih
- bawang bombay
- daun bawang + seledri
- bubuk cabe
- air
- garam
- sayuran : tauge, wortel, kol
- bumbu halus : bawang merah, putih, cabe merah keriting, cabe rawit, tomat
Cara membuat :
- rebus mie, tiriskan dan sisihkan.
- tumis bumbu halus hingga matang, masukkan tahu putih.
- masukkan air, rebus hingga air mendidih.
- masukkan jamur dan bakso, rebus beberapa saat.
- masukkan daun bawang seledri dan bawang bombay.
- masukkan sayuran.
- masukkan bubuk cabe, rebus beberapa saat.
- masukkan mie yang telah direbus, tambahkan garam.
- tes rasa.
Nyoss banget rasanya!
Tidak perlu makan pakai nasi karena sudah ada mie, tapi kalau merasa kurang tanpa nasi ya monggo bisa pakai nasi.
Untuk resep aslinya, budae jjigae sebenarnya menggunakan kimchi dan gochujang. Kimchi adalah asinan sayuran yang di fermentasi, biasanya sayurannya kalau gak sawi putih ya lobak. Dan gochujang itu pasta cabe yang terbuat dari beras ketan dan bubuk cabe yang di fermentasi.
Kalau untuk budae jjigae ala indonesia ini yang ada saja bahannya 😂 karena agak susah cari kimchi atau gochujang. Mesti niat mencari, di tukang sayur dekat rumah nihil 😂.
Happy cooking!
Happy tummy, happy family!
Selasa, 24 Oktober 2017
Resep Bihun Rebus Mudah
Saat gelap datang dan hujan pun mengikuti, membuat malam terasa lebih sendu dari biasanya. Inginnya meringkuk langsung ditempat tidur karena cuaca yang sangat mendukung, namun apa daya jika perut berdemo menagih makanan yang sudah keluar dari jam nya.
Lihat di kulkas, dooohh! lupa hari ini lagi tidak ke tukang sayur. Cuma tahu putih yang menanti dikulkas. Hmm.. Coba cek-cek persediaan makanan yang awet. Voila ada bihun nih. Karena udaranya dikit, yuk kita bikin bihun kuah!
Bahan :
- Bihun
- Telur
- Tahu
- Bawang merah
- Bawang putih
- Cabe
- Daun bawang
- Garam
- Lada
- Air
- Sayuran (optional saja jika ada) : sawi, tomat, dll
Cara memasak :
- Tumis Bawang merah, putih, cabe dan daun bawang hingga wangi
- masukkan telur, tahu dan sayuran hingga agak matang
- Masukkan air, masak hingga air mendidih
- Masukkan bihun
- Tambahkan lada dan garam, masang hingga matang
- Tes rasa.
Kalau mau kuahnya banyak tinggal disesuaikan saja air dan bumbunya. Hmm yummy, dingin-dingin pas hujan makan yang hangat dan berkuah. π Jika pecinta pedas bisa ditambahkan bubuk cabe, agar lebih maknyus.
Happy cooking!
Happy Tummy, Happy Family!
Senin, 23 Oktober 2017
Bahagia itu sederhana II
Aloha, disebut lagi bahagia itu sederhana. Karena memang sederhana kebahagiaan yang aku rasakan sekarang. Di kontrakan baru ini udaranya lebih panas dibanding kontrakan sebelumnya karena letaknya gak begitu nyelip. Di bagian depan rumah ada teras dan juga sedikit lahan tidak ada ubinnya, tapi tidak bisa ditanami karena ada semennya. Ingin sekali menanam pohon sendiri. Di kontrakan lama pun sebenarnya sudah pernah mencoba, tapi karena sinar mataharinya tidak mau masuk, ya tidak tumbuh-tumbuh pohonnya.
Beberapa waktu lalu sempat mau menanam biji melon, sudah disisihkan bijinya, tapi belum ada potnya 😄, akhirnya disimpen doang hingga akhirnya dibuang. Nah kemarin sempat beli melon lagi, langsung deh pas pulang kerumah orangtua, bawa bekas tempat ayam goreng untuk pot dadakan dulu. 😂😂
Sebelum ditanam, biji melonnya di cuci bersih dulu untuk menghilangkan lendir buahnya, kemudian dikeringkan. Aku meletakkan biji yang sudah dicuci di atas tissu dan dibiarkan di udara terbuka di suhu ruangan saja. Esok harinya baru kutanam di pot. Potnya kuletakkan di tempat yang terkena sinar matahari saat siang. Aku hanya menyiram air di awal karena sedang sering hujan, jadi belum ku siram lagi. Dan alhamdulillah ternyata sekitar 3 hari sudah tumbuh.
Bahagia itu sederhana 😊
Pindahan dengan Go-Box
Minggu, 22 Oktober 2017
Sambal eMAKCIliK
- Cuci bersih cabe yang akan digunakan, jangan lupa kupas kulit bawang merahnya.
- Panaskan minyak di penggorengan, goreng Cabe dan bawang merah hingga agak layu.
- Haluskan Bawang merah dan cabe yang sudah di goreng, bisa dengan diulek ataupun diblender. Untuk tekstur halus atau kasarnya bisa disesuaikan dengan keinginan masing-masing. Jangan lupa tambahkan garam dan gula untuk penyedapnya.
- Setelah di haluskan atau di hancurkan, bawang dan cabe di goreng kembali dengan minyak panas. Sebentar saja tidak perlu lama.
- Setelah di goreng, bisa langsung di tempatkan di tempat yang diinginkan. Yang di tempatkan bukan hanya sambalnya saja, sertakan juga minyak yang tadi digunakan untuk menggoreng.
Sabtu, 21 Oktober 2017
Kolam Renang Tirta Maya II, Depok
Kolam Renang ini terletak di dalam kawasan Sawangan Golf and Hotel Resort, letaknya persis di pinggir Jalan Raya Bojongsari, Depok. Buka kolam renangnya dari jam 6.30 - 18.00. Harga tiket masuknya untuk hari Senin - Jumat Rp.25.000,- dan Sabtu - Minggu Rp.30.000,-












































